|
DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH INDONESIA LATAR BELAKANG Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia disingkat Dewan Da’wah didirikan atas inisiatif alm. Bapak Mohammad Natsir, mantan Ketua Umum Partai Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dan Perdana Menteri RI, melalui musyawarah alim ulama se Jakarta tanggal 26 Februari 1967 (17 Dzulqaedah 1386 H). Landasan didirikannya Dewan Da’wah adalah kewajiban setiap Muslim dalam melaksanakan da’wah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Imran 104) Dan tuntunan Rasulullah SAW : Sampaikan (dari aku) meskipun satu ayat. (HR Bukhari) Diantara pendiri dan yang pernah menjadi pengurus dan tokoh Dewan Da’wah adalah Prawoto Mangkusaswito, Mr. Burhanuddin Harahap (mantan Perdana Menteri RI), Mr. Syafrudin Prawiranegara (pernah Pejabat Presiden RI dan Gubernur BI), DR. Mohammad Rasjidi (Menteri Agama RI Pertama), Mr. Mohammad Roem (mantan Wakil Perdana Menteri dan Menlu RI), KH. Hasan Basri (mantan Ketua Umum Majelis Ulama) KH. Faqih Usman (mantan Menteri Agama RI), K.H.M. Yunan Nasution, K.H. Taufiqurrahman, H.M.D.Dt. Palimo Kayo, Prof. Osman Raliby, DR. Anwar Harjono, K.H.M. Rusyad Nurdin, H.A. Malik Ahmad dan lain-lain. ORGANISASI DAN PENGURUS Organisasi Dewan Da’wah adalah suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berbadan hukum berbentuk yayasan yang kini telah berkembang ke seluruh tanah air memiliki perwakilan di 30 provinsi dan lebih dari 100 pembantu perwakilan di kotamadya dan Kabupaten dengan kantor pusat di Jalan Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450. Dewan Da’wah tidak terlibat dalam politik praktis. Ketua Umum Dewan Da’wah Bapak Hussein Umar dan Sekretaris Umum Bapak Abdul Wahid Alwi. Diantara Pengurus yang lain : Mas’adi Sulthani, Amlir Syaifa Yasin, Syuhada Bahari, Avid Sholihin, Ramlan Mardjoned, Misbach Malim, A. Wahab, Adian Husaini, Zahir Khan, Daud Rasyid, Syariful Alamsyah, Mohammad Noer, Hardi M, Arifin, Asma Farida Natsir, Andi Nurul Djannah, Edy Setiawan, Ma’mun Dawud, Irmawati Djauharie, dan lain-lain. VISI Dewan Da’wah bertujuan menjadi organisasi da’wah dalam pengertian luas dengan mengutamakan da’wah bilisanil haal, mendidik dan mengajak serta mencerdaskan ummat kearah pelaksanaan syariat Islam secara Kaffah (sempurna) sesuai UU, menjaga dan membela aqidah muslim dan membina akhlak bangsa. MISI DAN PROGRAM Untuk mencapai tujuan ini Dewan Da’wah melaksanakan berbagai kegiatan ilmiah, pelatihan, kemanusiaan, pembangunan fasilitas ibadah dan sosial, serta pendidikan melalui biro, kelompok kerja, badan otonom dalam struktur organisasinya. Biro Pendidikan dan Latihan : Menyelenggarakan pelatihan dan berbagai kurus bagi para da’i, memberikan bimbingan dan pendidikan agama untuk masyarakat, bekerjasama dengan pusat rohani Islam (ROHIS) diberbagai kantor pemerintah dan swasta, pengurus masjid dan majelis ta’lim dan pengiriman serta penyantunan da’i diberbagai daerah terpencil dan transmigrasi. Biro Penerangan dan Dokumentasi: mengelola perpustakaan, dokumentasi, mengeluarkan siaran pers, menyalurkan buku-buku wakaf. Biro Hubungan Luar Negeri dan Sarana Da’wah: mengadakan kerjasama dengan berbagai organisasi Islam, membantu mendirikan lembaga-lembaga pelatihan dan pendidikan dari TK/TPA sampai perguruan tinggi, masjid di desa, di kota dan di kampus, asrama mahasiswa, perpustakaan, rumah sakit, puskesmas, penyaluran bea siswa, dan kafalah anak yatim. Biro Administrasi dan Organisasi: Mengelola administrasi, arsip, inventaris dan pengembangan organisasi di daerah. Biro Riset: mengadakan penelitian dan pengkajian berbagai bidang terkait dengan dakwah dan aliran kepercayaan sesat, menyediakan data akurat dan faktual sebagai bahan pengambilan kebijakan organisasi. Untuk mengurangi penderitaan korban krisis ekonomi, pada tahun 1998 Dewan Da’wah mendirikan Komite Penanggulanan Krisis (KOMPAK) dengan berbagai program kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti pembagian sembako, penyaluran zakat fitrah dan hewan kurban, pembiayaan anak sekolah, penyaluran bantuan secara insedentil kepada fuqara dan masakin. KOMPAK telah mengirim bantuan kepada korban konflik dan kekerasan di Ambon, Maluku Utara, Poso, Timor Timur, Ketapang, Kalimantan Barat dan Aceh. Kompak Dewan Da’wah juga telah mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Bengkulu, Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, Banten dan DKI Jakarta. Melalui KOMPAK, Dewan Da’wah telah mengirimkan delegasi dan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan Afghanistan. Untuk mencerdaskan ummat, Hudaya Media Da’wah telah menerbitkan ratusan judul buku dan mencetaknya di percetakan Abadi, milik Dewan Da’wah sedangkan penyalurannya melalui Toko Buku Media Da’wah yang juga menjual berbagai buku Islam dan Umum dari penerbit lain. Majalah Media Da’wah diterbitkan bulanan dan Dewan Da’wah DKI menerbitkan Bulettin Jum’at sedangkan Serial Khutbah Jum’at diterbitkan oleh Ikatan Keluarga mesjid Indonesia (IKMI), salah satu badan otonom. Untuk memenuhi tantangan dan kebutuhan era informasi dan globalisasi Dewan Da’wah membangun situs dengan alamat : www.dewandakwah.org. Lembaga Pendidikan Da’wah Islam (LPDI) program Diploma yang sudah berjalan belasan tahun telah ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mohammad Natsir program S1 dengan asrama penuh dikampusnya di Tambun, Bekasi, yang akan diinterasikan dengan Universitas Islam Mohammad Natsir (UNIM) yang sedang dalam proses perencanaan. Biro Haji dan Umrah Dewan Da’wah menyelenggarakan bimbingan ibadah & perjalanan haji ke tanah suci sejak 1998 dan mendapat sertifikat penghargaan Dept. Agama RI. Pada tahun 2000 Dewan Da’wah dengan bantuan seorang donatur/wakaf telah mendirikan PT Hudaya Safari Tour & Travel menyelenggarakan ONH Plus (Haji Khusus) dan umrah yang sudah mendapat izin resmi Menteri Agama RI (No. D131/2002). Misi utama Haji & Umroh Dewan Da’wah adalah melaksanakan ibadah sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, dan seluruh keuntungannya untuk Dewan Da’wah. Hudaya Safari juga melayani tiketing (dalam dan luar negeri). PENDEKATAN DAN PRIORITAS Dalam mewujudkan missinya, Dewan Da’wah menempuh pendekatan yang legal formal sesuai Undang-Undang dengan mengutamakan kesatuan, keutuhan dan kerukunan bangsa melalui jalur tarbiyah atau pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam segala bidang dan peningkatan mutu da’wah. Untuk ini Dewan Da’wah selalu mengutamakan kerja sama dengan berbagai organisasi Islam baik nasional maupun internasional yang mewakili visi dan misi yang sama. Dewan Da’wah senantiasa mencermati persoalan-persoalan bangsa dan aktif mencari penyelesaiannya bersama-sama dengan pemerintah, Majelis Ulama dan berbagai pihak lainnya baik di pusat maupun di daerah. BEBERAPA PENCAPAIAN Diantara pencapaian Dewan Da’wah adalah membangun 422 masjid di kota, di desa, 13 Masjid Kampus / Islamic Centre, 5 Rumah Sakit dan Puskesmas, 2 asrama pelajar, 4 Taman Kanak-Kanak, 5 rumah yatim, 2 balai latihan kerja (BLK) otomotif, mengirim lebih dari 300 da’i ke berbagai daerah yang membutuhkan, menyantuni hampir 300 anak yatim, mengusahakan dan merekomendasikan lebih dari 500 beasiswa ke universitas dalam dan luar negeri, mengumpulkan dan membagi bantuan kemanusiaan melalui Komite Penanggulangan Krisis (KOMPAK) senilai lebih 8 milyar rupiah, mengadakan 25 pelatihan da’i, meluluskan lebih 250 Program D3 Da’wah melalui Lembaga Pendidikan Da’wah Islam (LPDI), menerbitkan 162 judul buku melalui penerbit Hudaya Media Da’wah, dll. Disamping dari Departemen Agama, Dewan Da’wah juga telah menerima penghargaan dan rekomendasi dari Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Departemen Kehakiman & HAM karena peranannya dalam bidang da’wah, pendidikan dan pembinaan akhlak. TANTANGAN Islam adalah agama yang pesat berkembang di dunia diabad ke 20, namun di Indonesia Islam menghadiri tantangan berupa sinkretisme, sekularisme dan pemurtadan. Sinkretisme adalah ajaran yang mencampur adukkan Islam dengan ajaran lokal yang menyimpang. Sekularisme adalah ajaran yang memisahkan agama dari kehidupan dunia. Sedangkan apemurtadan adalah usaha pengalihan agama yang didukung gerakan misionaris dan dana dari luar negeri dengan memanfaatkan kebodohan dan kemiskinan ummat melalui lapangan kerja, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Invasi kebudayaan asing juga sangat gencar melalui televisi, media cetak dan internet dengan pornografi dan promoaksi. Remaja kita juga dijadikan sasaran narkoba dan pergaulan bebas, yang kesemuanya bertujuan melemahkan ketahanan ummat. Semua tantanan ini menuntut kegiatan yang lebih intensif dari lembaga da’wah seperti Dewan Da’wah. HARAPAN DAN AJAKAN Untuk mendukung tugas-tugas Dewan Da’wah Menteri Agama RI telah mengesahkan Dewan Da’wah sebagai salah satu Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) Dewan Da’wah dengan SK Menteri Agama RI No. 407 tgl 17 September 2002. Sesuai Undang-Undang baru tentang Zakat No. 38 Tahun 1999, sumbangan zakat melalui LAZIS Dewan Da’wah dapat dipertimbangkan dengan kewajiban pajak. LAZIS ini berfungsi sebagai jembatan antara aghniya (orang kaya) dengan fuqura dan masakin.
|