Melihat peta kehidupan umat Islam dewasa ini dan kecenderungan global yang semakin mengarah kepada liberalisme dan sekulerisme, telah membawa arus yang begitu kuat bagi pergeseran pemahaman keagamaan umat. Hal itu, dari hari kehari semakin dirasakan mendangkalkan aqidah umat, belum lagi usaha-usaha sistematis lainnya yang dilakukan dalam rangka mendangkalkan aqidah umat. Di samping itu, kondisi internal umat Islam juga masih sangat tertinggal dalam percaturan kualitas intelektualitas dengan umat-umat yang lain. Untuk itu, umat Islam dituntut dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas intelektualnya sehingga bisa menerjemahkan setiap pesan-pesan suci ajaran Islam dalam kehidupannya, baik sebagai sumber inspirasi bangunan keilmuan Islam maupun sumber etika kehidupan sehari-hari Sejalan dengan itu, Yayasan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, sebagai lembaga da'wah yang memiliki concern dalam mewujudkan kehidupan umat Islam agar memiliki keunggulan intelektual dan spiritualitas secara integral dalam naungan al-Qur`an dan Sunnah, Maka mengambil peran penting dalam mencerdaskan kehidupan umat melalui peningkatan kualitas du'atnya, menyelenggarakan program pendidikan Strata Satu dalam wadah yang bernama Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir.
Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir sebagai salah satu mata rantai perjuangan umat Islam serta dalam rangka turut membangun dan membina peradaban melalui Islamisasi ilmu & kampus serta penyiaran tsaqafah Islamiyah serta sebagai gerakan pendidikan untuk melahirkan sumber daya manusia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas berupa kader-kader pemikir muslim dan pemimpin ummat yang mengenal ajaran dan nilai-nilai Islam serta berkemampuan menyebarkan dan menumbuhkannya dalam berbagai aspek kehidupan STID Mohammad Natsir merupakan kelanjutan dari lembaga pendidikan yang pernah ada dilingkungan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, yaitu Akademi Bahasa Arab (AKBAR) dan Lembaga Pendidikan Da'wah Islam (LPDI). Setelah mengalamii vakum, maka berdasarkan hasil Musyawarah Besar (MUBES) ke-2 Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia pada tanggal 12-14 Juni 1998 di Jakarta memutuskan untuk meningkatkan program LPDI dari program D2 menjadi program Strata Satu (S1).
Dalam memberikan wawasan keilmuan, STID Mohammad Natsir selain menekankan pada ilmu-ilmu da'wah dan ushuluddin, juga pada bahasa dan sastra. Dengan demikian diharapkan akan melahirkan tradisi intelektualisme Islam yang kaffah serta generasi ilmuwan ulul albab.
STID Mohammad Natsir, yang berdiri tahun 1999 telah mendapat izin resmi dari Departemen Agama RI dan untuk pertama kali STID Mohammad Natsir membuka Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
|
|
Last Updated ( Friday, 09 November 2007 )
|